Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar meraih penghargaan detikTimur Awards 2026 berkat inovasi aplikasi Passirikia BOS. Sistem digital yang dikembangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Takalar ini dinilai menghadirkan pembaruan dalam tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Penghargaan kategori Inovasi Smart System Tata Kelola Dana Pendidikan tersebut diterima dalam malam penganugerahan detikTimur Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026) malam.
Melalui ajang ini, detikcom memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang menghadirkan inovasi, kepemimpinan, serta program berdampak bagi kemajuan masyarakat dan daerah di Indonesia Timur.
Passirikia BOS menjadi salah satu upaya Pemkab Takalar untuk membenahi administrasi penggunaan dana BOS sekaligus memperkuat pengawasan anggaran pendidikan. Melalui aplikasi ini, sekolah dapat mengunggah dokumen pertanggungjawaban secara digital tanpa harus mengandalkan tumpukan berkas fisik.
Kepala Disdikbud Takalar Dody Riyan Saputra menjelaskan, aplikasi tersebut dikembangkan untuk menjawab persoalan pengelolaan dana BOS yang selama ini menghadapi kendala administrasi dan berpotensi menimbulkan penyimpangan.
“Awalnya ini kan sudah sama-sama diketahui acapkali terjadi masalah itu dalam penggunaan dana BOS ini. Khusus di Kabupaten Takalar juga demikian, dan bahkan ada bermasalah hukum,” kata Dody saat berbincang dengan detikSulsel, Rabu (22/7/2026).
Sebelum digitalisasi diterapkan, sekolah harus menyiapkan dokumen pertanggungjawaban belanja secara manual. Proses tersebut membutuhkan banyak berkas dan membuat pemeriksaan administrasi menjadi lebih rumit.
Kini, dokumen penggunaan dana BOS dapat diunggah dan disimpan dalam satu sistem terintegrasi. Aplikasi Passirikia BOS juga memiliki mekanisme verifikasi untuk memeriksa kesesuaian laporan, kuitansi, dan alokasi anggaran yang tersedia.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, dokumen akan dikembalikan kepada pihak sekolah untuk diperbaiki. Dengan mekanisme tersebut, proses pemeriksaan diharapkan berjalan lebih efisien dan potensi kesalahan administrasi dapat ditekan.
Nama Passirikia BOS juga mengandung pesan bagi pengelola keuangan sekolah. Dody menjelaskan, nama tersebut merupakan singkatan dari Pusat Aplikasi Sistem Informasi, Rekapitulasi, Kelengkapan, dan Verifikasi dana BOS.
“Jadi singkatan dari Pusat Aplikasi Sistem Informasi, Rekapitulasi, Kelengkapan, dan Verifikasi dana BOS. Itu kepanjangan dari Passirika BOS,” terangnya.
Menurut Dody, nama tersebut juga diambil dari filosofi bahasa yang berarti mengingatkan pengelola agar tidak melupakan tanggung jawab dalam menggunakan uang negara.
“Itu saya ambil dari bahasa ‘Ingat Saya’ bahwa ini bukan dana pribadi, (tapi) dana negara yang harus dibelanjakan untuk operasional sekolah. Itu secara filosofi,” tegasnya.
Aplikasi ini telah diterapkan di 290 sekolah tingkat SD dan SMP yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Takalar. Kehadiran sistem digital tersebut membantu pemerintah daerah memantau laporan penggunaan dana BOS sekaligus mendukung upaya pencegahan penyimpangan anggaran.
Manfaatnya juga dirasakan sekolah di wilayah kepulauan. Pengelola sekolah dapat mengirimkan dokumen pertanggungjawaban melalui aplikasi sehingga tidak perlu selalu datang langsung ke kantor dinas. Cara ini membantu menghemat waktu dan biaya transportasi.
Data yang tersimpan secara digital turut mempermudah proses pemeriksaan oleh lembaga pengawas, seperti Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pengelolaan dokumen yang lebih tertata diharapkan mendukung transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran pendidikan.
Penghargaan detikTimur Awards 2026 diberikan melalui proses seleksi oleh dewan redaksi detikcom dan detikSulsel. Penilaian mencakup inovasi, kreativitas, nilai inspiratif, dampak bagi masyarakat, serta keaktifan dalam bidang masing-masing.
Capaian ini menempatkan inovasi Passirikia BOS sebagai bagian dari transformasi digital Pemkab Takalar dalam sektor pendidikan, terutama untuk mendorong pengelolaan dana BOS yang lebih tertib, efisien, dan transparan.







