Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mahasiswa Kehutanan Unhas Presentasi Proposal Magang di Bantimurung Maros

Iklan

Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) melakukan presentasi proposal magang di Balai Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK).

Ketua Tim Magang, Amira Mufidah, mengatakan tim yang melakukan presentasi berjumlah enam orang. Presentasi tersebut berlangsung pada Senin (6/4/2026) sebagai tahap awal sebelum pelaksanaan magang.

“kami di sini memaparkan rencana kerja, memperoleh arahan dosen pembimbing, serta sebagai tahap persiapan pelaksanaan magang yang akan dikonversi ke dalam 20 SKS,” ujar Amira dalam keterangannya, Rabu (6/4/2026).

Dalam pemaparannya, Amira menjelaskan sejumlah program kerja utama yang akan dijalankan selama magang. Program tersebut meliputi pembuatan peta transect walk wisata melalui survei dan pemetaan lokasi, pengelolaan tiket serta data pengunjung, hingga kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan melalui penanaman serta pendataan vegetasi.

“Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan monitoring aktivitas di kawasan, pelayanan informasi ekowisata, serta pendataan fasilitas dan jumlah pengunjung sebagai bahan evaluasi pengelolaan kawasan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Amira menyebut program kerja lainnya juga mencakup edukasi pemasaran bagi pelaku usaha. Mahasiswa turut melakukan inventarisasi hutan, hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan cadangan karbon, serta monitoring keanekaragaman hayati.

“Kemudian ada kegiatan pendukung seperti administrasi perkantoran, pembuatan media edukasi (poster, konten kreatif, kartu lingkungan), hingga pelatihan lapangan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan magang,” jelasnya.

“Kami akan berusaha memberikan yang terbaik dalam melaksanakan seluruh program kerja yang telah direncanakan selama kegiatan magang berlangsung, serta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berkontribusi secara nyata di Taman Nasional Bantimurung- Bulusaraung,” sambungnya.

Melalui presentasi ini, mahasiswa juga memperoleh berbagai masukan untuk penyempurnaan program kerja. Dengan demikian, pelaksanaan magang di Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung diharapkan dapat berjalan optimal sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa, baik secara teori maupun praktik di bidang kehutanan.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *