Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Rayakan 12 Tahun Berdiri, Ngalam PSM Tegaskan Loyalitas Suporter PSM Makassar di Tanah Perantauan

Iklan

Malang – Komunitas suporter PSM Makassar yang bermarkas di Malang Raya, Ngalam PSM, merayakan 12 tahun perjalanan mereka dengan penuh khidmat dan makna. Perayaan tersebut digelar pada Minggu, 21 Desember 2025, sekaligus dirangkaikan dengan kegiatan nonton bareng pertandingan PSM Makassar melawan Malut United.

Diketahui, Ngalam PSM berdiri pada 11 Desember 2013 sebagai wadah bagi para pencinta PSM Makassar di wilayah Malang Raya. Sejak awal berdiri, komunitas ini hadir bukan hanya untuk mendukung klub kebanggaan Sulawesi Selatan, tetapi juga sebagai ruang persaudaraan yang menyatukan para perantau dan simpatisan PSM di tanah Jawa.

Perayaan berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Para anggota Ngalam PSM berkumpul untuk memperingati hari jadi komunitas yang selama lebih dari satu dekade konsisten menyuarakan dukungan bagi PSM Makassar, meski berada jauh dari kampung halaman klub yang mereka cintai. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kebersamaan, loyalitas, dan persaudaraan yang terus terjaga hingga hari ini.

Semboyan “Eja Rewa Ri Butta Jawa” menjadi napas utama perayaan tersebut. Ungkapan yang bermakna tetap merah di tanah Jawa itu merepresentasikan identitas, kesetiaan, dan sikap Ngalam PSM sebagai suporter PSM Makassar di perantauan. Meski terpisah jarak dari kampung halaman klub kebanggaan Sulawesi Selatan, semangat dan loyalitas Ngalam PSM tetap terjaga dan tidak pernah surut.

Koordinator Ngalam PSM, Onel, menyampaikan bahwa 12 tahun perjalanan bukanlah waktu yang singkat. Menurutnya, komunitas ini berdiri dari kecintaan yang sama terhadap PSM Makassar, lalu berkembang menjadi ikatan persaudaraan lintas generasi.

“Dua belas tahun ini adalah tentang kesetiaan yang tidak mengenal jarak. Kami membuktikan bahwa mendukung PSM bukan soal berada di mana, tetapi soal hati yang terus berpihak. Ngalam PSM adalah rumah bagi rasa rindu, kebanggaan, dan persaudaraan,” ujar Onel.

Dalam momentum tersebut, Onel juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada para perintis komunitas yang telah meletakkan fondasi hingga Ngalam PSM mampu bertahan sampai hari ini.

“Apa yang kami rayakan hari ini tidak akan pernah ada tanpa keberanian dan ketulusan para perintis. Mereka bukan hanya membangun komunitas suporter, tetapi menanamkan nilai kebersamaan, loyalitas, dan rasa saling menjaga yang terus kami rawat hingga hari ini,” ungkapnya dengan penuh emosi.

Lebih lanjut, Onel menjelaskan bahwa saat ini Ngalam PSM beranggotakan ratusan orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Ngalam PSM merupakan komunitas yang terbuka dan inklusif.

“Ngalam PSM menerima siapa pun yang mencintai PSM Makassar, tanpa pandang bulu, karena itu adalah pesan yang sejak awal diwariskan oleh para perintis kepada kami. Perbedaan gaya dukungan—mania, ultras, maupun karakter lain—bukan untuk dipertentangkan, tetapi dipersatukan dalam satu semangat mendukung PSM secara dewasa dan bertanggung jawab,” tegas Onel.

Ia menambahkan, berada di tanah rantau membuat Ngalam PSM tidak hanya memaknai dukungan kepada PSM Makassar sebatas pertandingan di lapangan, tetapi juga sebagai upaya merawat persaudaraan antarsuporter.

“Di tanah rantau, kami sadar bahwa yang harus dijaga bukan hanya dukungan kepada PSM, tetapi juga hubungan persaudaraan dengan sesama suporter, termasuk dari klub lain. Sepak bola seharusnya menyatukan, bukan memecah. Itu yang terus kami rawat di Ngalam PSM,” ujar Onel.

Perayaan 12 tahun Ngalam PSM juga dihadiri oleh undangan dari kelompok suporter lain, sebagai simbol persahabatan dan solidaritas antarsuporter lintas klub. Kehadiran tersebut menegaskan komitmen Ngalam PSM untuk terus menjaga iklim sepak bola yang sehat, damai, dan menjunjung sportivitas.

Selain kegiatan nonton bareng dan seremoni ulang tahun, Ngalam PSM selama ini dikenal aktif menggelar silaturahmi serta berbagai aksi sosial. Komunitas ini juga menegaskan sikap untuk menolak segala bentuk kekerasan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas dalam dunia sepak bola nasional.

Memasuki usia 12 tahun, Ngalam PSM menegaskan tekad untuk terus menjaga marwah suporter PSM Makassar di tanah perantauan. Berangkat dari nilai yang ditanamkan, Ngalam PSM ingin terus menjadi bukti bahwa loyalitas sejati tidak dibatasi jarak, waktu, maupun perbedaan. Selama semangat merah masih menyala, Ngalam PSM akan tetap berdiri—setia, solid, dan bermartabat bersama PSM Makassar.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *