Soppeng – Dua pegawai Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Maju Jaya Mandiri Bersama di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, terlibat perkelahian usai pesta minuman keras di sebuah rumah kontrakan. Peristiwa tersebut telah ditangani polisi dan berakhir dengan perdamaian.
Kasat Reskrim Polres Soppeng AKP Dodie Ramaputra membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut perkelahian dipicu pengaruh minuman keras yang dikonsumsi para pegawai koperasi.
“Betul, perkelahian antara sesama pegawai koperasi karena berada di bawah pengaruh miras. Namun, kasus ini sudah didamaikan,” ujar Dodie, Senin (20/10/2025).
Peristiwa itu terjadi di Jalan Bila Selatan, Kelurahan Bila, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, pada Minggu (19/10) sekitar pukul 08.30 Wita. Dua pegawai koperasi berinisial DV (28) dan SV (27) terlibat perkelahian di rumah kontrakan tempat mereka tinggal.
Dodie menjelaskan, sebelum kejadian, sejumlah pegawai koperasi berkumpul di rumah kontrakan sejak pukul 07.30 Wita sambil mengonsumsi minuman keras. Dalam suasana tersebut, terjadi adu mulut antara DV dan SV akibat salah paham terhadap ucapan bercanda.
“Keributan bermula dari candaan yang disalahartikan. Situasi kemudian memanas hingga DV melempar botol minuman ke arah SV,” jelasnya.
Lemparan botol tersebut mengenai kepala bagian kiri SV dan menyebabkan luka robek sekitar 5 sentimeter. Peristiwa itu berlanjut menjadi perkelahian fisik sebelum akhirnya dilerai oleh rekan-rekan mereka.
Melihat situasi semakin tidak terkendali, teman-teman korban dan pelaku segera melerai dan mengamankan keduanya. Polisi kemudian membawa DV dan SV ke Mapolres Soppeng untuk penanganan lebih lanjut.
“Setelah diamankan dan diberikan pemahaman, kedua belah pihak menyadari kesalahannya dan sepakat untuk berdamai serta tidak mengulangi perbuatannya,” kata Dodie.
Dalam penanganan kasus tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah pisau dapur dan satu bilah badik yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sebagai langkah antisipasi. Sementara itu, korban SV mendapat perawatan medis atas luka di kepalanya.
“Seluruh pihak yang terlibat telah membuat surat pernyataan damai di hadapan aparat,” pungkas Dodie.







