Petani rumput laut di Kabupaten Takalar mulai memanfaatkan aplikasi digital untuk memantau harga dan mencatat aktivitas usaha. Bupati Takalar Daeng Manye berharap pemanfaatan teknologi tersebut membantu petani memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Hal itu terlihat saat Daeng Manye menghadiri sosialisasi e-SEAWEEAD Field Visit Program Digitalisasi Petani Rumput Laut di Desa Ujung Baji, Kecamatan Sanrobone, Rabu (23/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Bupati melihat langsung aplikasi yang digunakan petani Thomas, Arman, dan Umar.
Melalui aplikasi itu, petani dapat mengecek harga secara real-time sekaligus mencatat produksi, penjualan, dan pinjaman. Data tersebut diharapkan membantu petani memantau usaha mereka dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih mudah diakses.
“Inilah yang kita mau. Petani kita harus melek digital. Dengan digitalisasi, petani dapat info harga lebih cepat, akses pembiayaan lebih mudah, pasar lebih terbuka. Ini solusi untuk menjawab lima persoalan tadi,” ujar Daeng Manye.
Menurut Daeng Manye, penerapan teknologi menjadi penting karena rumput laut merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat Takalar. Daerah itu memiliki garis pantai sepanjang 74 kilometer, dengan sentra produksi di Sanrobone, Mappakasunggu, Galesong, dan Tanakeke.
Meski memiliki potensi besar, petani masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan modal, pasar, dan informasi harga. Harga yang tidak stabil, penyakit ice-ice, pengeringan tradisional, serta penggunaan bibit yang belum optimal juga menjadi persoalan yang perlu dibenahi.
Pemkab Takalar pun menyambut kerja sama dengan ILO, Kemenko Perekonomian, KLH, OJK, Kospermindo, dan PROMISE2 IMPACT yang didukung Pemerintah Swiss melalui SECO. Kolaborasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah mendorong digitalisasi dan praktik bisnis berkelanjutan di sektor agromaritim.
Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri Duta Besar Swiss untuk Indonesia Konstantin Obolensky serta perwakilan ILO, OJK, dan kementerian terkait. Pemkab Takalar berharap dukungan lintas lembaga dan pemanfaatan teknologi dapat membantu petani meningkatkan pengelolaan usaha serta memperkuat posisi mereka dalam rantai pasar rumput laut.







